INFRAMERAH.INFO Luwu — Inovasi teknologi tidak selalu lahir dari laboratorium besar. Di sebuah kebun mini di Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Saipullah, seorang guru ASN di SMKN 6 Luwu, mengembangkan sistem penyiraman otomatis tanaman tomat berbasis Internet of Things atau IoT.
Inovasi tersebut merupakan bagian dari penelitian tesis pada Program Studi Magister Sistem Komputer, Universitas Handayani Makassar. Penelitian ini diarahkan untuk menghadirkan solusi sederhana dan aplikatif dalam membantu perawatan tanaman, khususnya pada budidaya skala rumah tangga.
Sistem yang dikembangkan memungkinkan proses penyiraman dilakukan secara lebih terukur berdasarkan kondisi media tanam. Selain itu, pengguna dapat memantau kondisi tanaman dan aktivitas penyiraman melalui handphone, sehingga perawatan tidak harus selalu dilakukan secara manual di lokasi.
Menurut Saipullah, gagasan penelitian ini muncul dari kebiasaan masyarakat yang masih banyak menyiram tanaman berdasarkan perkiraan. Padahal, pola penyiraman seperti itu berpotensi membuat penggunaan air menjadi kurang efisien, baik karena kekurangan maupun kelebihan air.
“Melalui teknologi IoT, perawatan tanaman dapat dilakukan dengan cara yang lebih adaptif dan berbasis data. Ini menjadi bukti bahwa teknologi bisa hadir untuk menjawab persoalan sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Pemilihan tanaman tomat dalam polibag dan lokasi penelitian di kebun mini rumah tangga dilakukan untuk menunjukkan bahwa teknologi pertanian modern dapat diterapkan secara sederhana. Dengan pendekatan tersebut, inovasi ini tidak hanya relevan bagi petani skala besar, tetapi juga bagi masyarakat yang memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam.
Selain aspek teknologi, penelitian ini juga menunjukkan pentingnya ekosistem akademik yang mampu mendorong lahirnya karya aplikatif. Proses perkuliahan di Universitas Handayani Makassar disebut memberinya ruang untuk mengembangkan ide yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, didukung suasana akademik yang terbuka, pembelajaran yang relevan, serta dorongan untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
Penelitian ini disusun di bawah bimbingan Pembimbing I Dr. Ir. Abdul Latief Arda, M.Si., M.Kom. dan Pembimbing II Dr. Imran Taufik, S.T., M.Si., serta mendapat masukan dari dewan penguji, yakni Prof. Dr. Ir. Andani Achmad, M.T., IPU., ASEAN.Eng., Dr. Ir. Supriadi Sahibu, S.Kom., M.T., dan Dr. Eng. Ir. Abdul Jalil, S.Kom., M.Kom.
Saipullah menyampaikan ucapan terima kasih kepada dosen pembimbing, dewan penguji, Ketua Program Studi Magister Sistem Komputer Dr. Eng. Hazriani, S.Kom., M.T., serta Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Mashur Razak, S.E., M.M. atas masukan, pendampingan, dan dukungan akademik selama proses penyusunan tesis hingga terlaksananya seminar hasil.
Menurutnya, dosen yang profesional, kurikulum yang adaptif, serta metode perkuliahan yang fleksibel di Universitas Handayani Makassar menjadi dukungan penting dalam menjalani proses studi tanpa mengesampingkan tanggung jawab sebagai ASN.
Pengalaman menempuh studi di Universitas Handayani Makassar juga dinilai tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk cara pandang untuk menghasilkan karya yang bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui penelitian ini, pemanfaatan IoT diharapkan semakin dikenal masyarakat luas. Teknologi, menurutnya, tidak harus selalu rumit atau mahal, tetapi dapat dimulai dari kebutuhan sederhana di sekitar rumah.
“Nilai utama sebuah inovasi terletak pada kemampuannya menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Jika teknologi bisa diterapkan secara sederhana dan bermanfaat langsung, maka inovasi itu tidak berhenti sebatas konsep, tetapi hadir sebagai solusi,” tutupnya.








